20. Apr, 2012

Sejarah Singkat Pakaian

Sebagai salah satu produsen pembuat pakaian yang mulai beroperasi sejak tahun 2011, Garment Workshop Greativindo dengan website www.pesanbaju.net tentu mengerti dan memahami apa itu pakaian. Pakaian adalah barang apa yang dipakai (baju, celana, dsb.), sedangkan menurut Wikipedia pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Kemudian menurut sejarahnya, pakaian dapat kami jabarkan sebagai beikut:

Sepatu

Jenis sepatu yang pertama kali dikenal adalah sandal. Buktinya terlihat sudah digunakan pada awal peradaban, meskipun kebayakan orang tidak bersepatu.

Dapat dipercaya bahwa pendaki di Mesopotamia sekitar 1600 SM memakai sepatu sandal seperti sepatu. Sepatu halus ini menggunakan kulit untuk menutupi kaki dan diikat bersama dengan tali kulit mentah. Contoh pertama dari tumit belati ditemukan di Mesir kuno, di tomb dating dari 1000 SM. 

Bra

Dahulu, sebagian besar wanita tidak menggunakan bra dan tidak menganggap dibutuhkan pakaian pakaian khusus untuk menyangga payudara. Pakaian yang digunakan memiliki tugas ganda yaitu membuat payudara terlihat lebih baik dan menutupinya. Korset pun muncul dan mendominasi dunia pakaian dalam wanita selama berabad-abad. Korset pun dirancang untuk membuat tubuh wanita terlihat lebih kecil dan belahan payudara lebih menarik.

Pada pertengahan 1800-an beberapa visioner menciptakan prototipe bra tetapi tidak berkembang. Istilah bra sendiri berasal dari majalah Vogue yang menggunakan nama "brassiere" pada 1907. Lalu, untuk bentuk bra yang kita gunakan saat ini, ditemukan oleh seorang sosialita bernama Mary Phelps Jacob pada 1910. Ia menciptakan bra karena saat itu ingin mendatangi sebuah pesta makan malam menggunakan gaun barunya. Gaun tersebut terbuat dari bahan ringan dan tipis. Korset yang tebal dan kaku membuat gaun tersebut terlihat tidak cantik. Jacob kemudian kesal dan melempar korsetnya, ia lalu mengambil dua sapu tangan tipis dan menambahkan pita untuk menutupi payudaranya. Teman-temannya kagum melihat penutup dada tersebut dan meminta Jacob untuk membuatkannya. Melihat peluang bisnis tersebut Jacob kemudian mengajukan permohonan paten untuk desain bra tersebut. 

Sweater

Sweater bulu domba adalah pakaian pertama yang dirajut di benua Eropa. Mereka memakainya untuk melindungi nelayan dari angin, hujandan percikan air laut.

Merajut diperkenalkan untuk Eropa oleh Arab di abad 5, tetapi tidak berkembang pupolaritasnya sampai abad 15. Dapat dipercaya bahwa merajut diturunkan dari metode membuat jaringan ikan dan nelayan dari daerah yang berbeda dalam pembuatan masing-masing pola merajut. Sejarawan percaya nelayan dapat mengenal masing-masing dalam pembuatan sweater orisinal mereka.

Jas

Jas sudah menjadi produksi garment. Secaraumum untuk pria dan wanita sejak dahului Jas memiliki bermacam ukuran, warna, bentuk dan bahan.

Penemuan jas hujan ditujukan untuk cuaca hujan. Jas hujan longgar, tahan air dibuat pertengahan abad 19. 

Charles Macinthosh pada tahun 1823 yang membuat hak paten tahan air, pakaian karet India. Penjahit menemukan bahan tersebut sulit untuk kelim dan ditolak untuk pakaian sehari-hari. Jadi pada tahun 1840, Charles Macinthosh mendirikan pabrik sendiri dimana garment tahan air dibuat. Teknik pakaian tahan air tidak dikembangkan sampai tahun 1970.

Celana Panjang

Celana panjang seperti yang diketahui sekarang dibuat dari abad 19. Tetapi diketahui wanita sudah menggunakan celana panjang di Persia Kuno.

Di abad tengah Eropa awal, pria mengenakan jubah, tetapi pengenalan dari baju baja membuat pakaian tidak praktis. Jadi, kaos kaki dan kemudian celana mulai menjadi terkenal di antara pria. Celana tersebut adalah celana pendek yang panjangnya sampai dibawah lutut dan dipakai di atas kaos kaki. Sekitar 1830, celana pendek tersebut berkembang sampai ke bagian betis yang disebut pantaloons. Setelah tahun 1830, celana panjang menjadi lebih panjang dan lebar sampai bagian pergelangan kaki, dan menjadi gaya pakaian terpenting untuk pria.

Kemeja

Sampai awal Renaissance Eropa, kemeja tergolong garment dalam. Tetapi menutupi kain linen putih menjadi sangat sulit dengan kesukaan Renaissance untuk sampai bahu, dada dan lengan bawah. Tahun 1530 kemudian diterima dan menjadi modern yang memungkinkan kemeja terlihat di leher dan pergelangan tangan, di mana kerah pakaian dapat ditekuk.

Pada akhir abad 19 kemeja dapat diterima. Kemeja pada zaman ini berkerah tinggi. Tetapi pada tahun 1917, ditemukan tekanan dari kerah dan di leher tidak terlihat baik oleh mata, dan kerah kemudian ditekuk, yang terlihat pada sekarang ini.

Demikian,

Tim www.pesanbaju.net

Diolah dari berbagai sumber